hikayat uus jaNuari

Pada zaman dahulu kala, di sebuah tempat entah di mana terdapat sebuah kerajaan yang kaya raya loh jinawi. Kerajaan itu bernama Kerajaan Kothor Al Kithir, dipimpin seorang raja yang bijaksana dan bijaksini, bernama Prabu Sueb Al Kithir XII.

Di ibu kota kerajaan, hiduplah seorang supir angkot yang sederhana lahir dan batin bernama Uus Januari. Uus Januari adalah seorang pemuda berbadan gelap, berwajah tampan tapi miskin. Dia miskin karena profesi supir angkot memang tidak menguntungkan ketika itu. Angkot 06 Jurusan Pasar Sapi-Stasiun yang dia punya selalu sepi penumpang. Hal tersebut diakibatkan oleh karena negeri Kothor Al Kithir yang begitu makmur sehingga makanan melimpah ruah, sehingga semua penduduknya menjadi gemuk. Karena khawatir dengan berat badan yang terus bertambah, penduduk negeri tersebut jadi lebih suka jalan kaki atau naik sepeda gede (semacam moge, tapi sepeda) untuk bepergian ke manapun, kecuali jika harus ke luar kota yang jaraknya jauh sangad. Jadilah usaha angkot Uus sepi belaka adanya, sungguh kasihan. Dia sesungguhnya ingin mencoba profesi lain, tapi kata dukun kerajaan dia itu cocoknya hanya jadi supir angkot, yah apa boleh buat terpaksa lah Uus Januari menjalani hidupnya sebagai supir angkot 06.

Pada suatu malam minggu, Uus Januari yang sedang bete memutuskan untuk pergi ke pasar malam. Itu adalah pasar malam yang di selenggarakan olah Prabu Sueb Al Kithir XII dalam rangka syukuran tim sepakbola kerajaan yang memenangi medali emas Kejuaraan Sepakbola antar Kerajaan.

Di pasar malam, Uus Januari bertemu dengan seorang cewek yang tidak terlalu cantik bernama Neng Genghis. Neng Genghis adalah seorang janda kembang yang memutuskan untuk bercerai dengan suaminya yang dulu karena mantan suaminya itu kurang memberi perhatian dan rajin mabuk-mabukan .

Berkenalanlah Uus Januari dan Neng Genghis, saling bercerita tentang dirinya masing-masing dan saling tukar nomor hempun, email dan akun ndasballo (jejaring sosial semacam fesbuk yang marak di Kerajaan Kothor Al Kithir) ). Sejak itu mereka jadi sering berkomunikasi, sering bertemu dan juga saling jatuh cinta, untuk akhirnya mereka akhirnya memutuskan untuk menikah. Tapi sungguh malang, John Genghis, ayahanda si Neng Genghis tidak merestui hubungan tersebut karena beliau ini menganggap masa depan Uus Januari ini sebagai supir angkot sangatlah suram.

“Pokoknya, tidak boleh… lihatlah pernikahanmu dulu gagal dengan model orang macam itu juga!!!” bentak John pada anaknya. Menurut John, Neng Genghis telah dipelet sama Uus Januari.

Neng Genghis dan Uus Januari tak gentar dengan penolakan, demi melanjutkan keinginan bersama mereka pun kabur ke luar kota. Jadilah mereka menikah di sebuah kota kecil masih di kerajaan Kothor Al Kithir dan berangan-angan akan hidup bahagia selamanya.

Hari berlalu, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Uus Januari mencoba beberapa pekerjaan tapi tak satupun berhasil baik sampai akhirnya dia memutuskan kembali ke pekerjaan lamanya: sopir angkot sesuai dengan anjuran dukun kerajaan.

Ahai, kota kecil ini pun makmur tiada tara, makanan melimpah ruah tiada tara, di kota ini lebih jarang lagi ada orang yang mau naik angkot untuk urusan dalam kota sehingga di kota ini hanya ada satu tukang angkot belaka, dialah Mat Tamu-su, seorang tinggi besar kekar dan berperangai kasar. Mat Tamu-su sangat tidak suka dengan keberadaan Uus Januari sebagai sopir angkot karena dianggapnya akan mengganggu kesenangannya dalam melakukan pekerjaan yang amat dicintainya. Mat Tamu-su mengintimidasi Uus Januari agar berhenti saja jadi sopir angkot. Karena sayang nyawanya, Uus Januari pun berhenti jadi sopir angkot dan menjadi pengangguran dan menjadi miskin.

Sebentar.., kau mungkin bertanya, kenapa Uus Januari miskin, kan katanya negeri Kothor Al Kithir itu sejahtera sehingga makanan melimpah ruah dan para penduduknya gemuk adanya? Ya, “miskin” yang dialami oleh Uus Januari tentunya ya miskin dalam ukuran negeri Kothor Al Kithir, jadi kalo soal makan dan tempat tinggal tak jadi masalah. Tapi kau tahulah.., dalam peradaban yang dibangun atas dasar materialisme, kepemilikan materi adalah hal yang lalu jadi sangat penting, kepemilikan materi lalu dijadikan ukuran harga diri seseorang, yang punya banyak materi lalu menjadi terhormat.. yah begitulah, tentu kau tahu betul itu, sebuah peradaban yang dangkal…! Ya, karena tidak memiliki banyak materi juadilah Uus Januari merasa dirinya sebagai sampah belaka di lingkungannya, dan itu menyakitkan buatnya..

Baiklah..,

Neng Genghis pun lama kelamaan tidak tahan menyandang status sosial sebagai orang miskin dan dia akhirnya mengajak suaminya untuk mudik, pulang ke kota lagi. Karena tak ada pilihan, Uus Januari pun setuju adanya. Maka, kembalilah mereka ke kota halamannya…

John Genghis ternyata masih belom mau menerima keberadaan Uus Januari sebagai menantunya, hubungan John dan Uus pun dingin sedingin es yang beku di dalam freezer dan terkadang panas sepanas mentari penuh emosi.

(Rencananya Bersambung…)

Pos ini dipublikasikan di budaya, Indonesia, sak karepe. Tandai permalink.

5 Balasan ke hikayat uus jaNuari

  1. kaka berkata:

    kowe lg setres to mbul?

  2. Nisa berkata:

    kreatif pak ceritanya😀

  3. zakikgituu berkata:

    samsoyo suwe samsoyo males kowe..

  4. tuyi berkata:

    endi sambungane…..????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s