bukan sekeDar enak

Pada sebuah siang itu, Kang Yitno nanya gini ke temen saya:

“Lha kok situh kemaki amat sih, sukanya kok ndengerin lagu-lagu enggris? Nggaya..”

Asem ik, bukannya nggaya (belagu) Kang…  Lhah, lagian apa salahnya to? Lha, mereka kan juga manusia sama kayak kita, cuman bahasanya saja yang berbeda, juga budaya dan kebiyasaane. Selebihnya kan ya sama manusianya…”

“Lhah, dengan mendengarkan curahan hati mereka lewat musik kita kan jadi bisa memahami, kehidupan yang mereka rasakan di sana, yang tentunya berbeda dengan apa yang kita alami di sini. Dengan gitu wawasan kita bisa bertambah.., Lhah, apa situ mungkin kuwatir saya jadi ketularan mereka terus jadi bertingkah laku kayak mereka gitu ya kang? Wah, ya ndak bisa gitu, sampeyan jangan menyepelekan sayah dong. Gini-gini kan sayah jugak punya prinsip sendiri..”

“Begini Kang, di era dimana informasi dan gesekan budaya begitu berjubel ndak karuwan ini, ada dua hal yang penting kita lakukan, yaitu: fleksibel dan memiliki pondasi yang kuat…”

”Fleksibel dalam artian kita ndak menutup diri dengan kemungkinan untuk belajar dan menyerap sesuatu dari luar lingkungan kita, dan di satu sisi kita juga harus punya pondasi nyang kuat dalam diri tentang prinsip kebenaran, keyakinan dan ideologi yang akan membantu kita untuk menyaring berjubel informasi dan gesekan budaya yang naudubillah ruwetnya ituh…”

“Hayah, merdu sekali situh ndobosnya., lha wong cuma ndenger lagu saja kok sampe nambah wawasan segala.., yang namanya denger lagu itu asal bisa goyang ya sudah.., berarti enak, gitu saja kok repot…” Kang Yitno melanjutkan hisapan rokok kreteknya.

”Iya, soal goyang dan hiburan itu juga merupakan salah satu fungsi dari kesenian Kang, buat menghibur dan melupakan sejenak penatnya persoalan hidup..” temen saya melanjutkan.

”Tapi Kang, fungsi seni yang sejati itu ya bukan saja melulu untuk berjoget dan gampang didengar.. seni itu ekspresi jiwa, sarana penyampaian suara hati… Ada yang bilang, apapun yang berasal dari hati pasti sampai ke hati juga. Nah, maksudnya, bila sebuah karya itu dibuat murni dari hati nurani seorang seniman, dari kegelisahan dan permenungannya, tentunya karyanya tersebut akan bisa menyentuh hati penikmat seni, lha kalo orang sudah tersentuh hatinya itu kan namanya jadi tercerahkan…”

”Jadi, karya seni bermutu itu ya.., yang bisa membuat hati jadi tercerahkan. Kalo menurut saya, mendengarkan musik sambil bergoyang itu cukup menghibur, tapi kualitas tertinggi dari menikmati musik adalah dengan merenungkannya…” panjang sekali temen saya itu mengkotbahi Kang Yitno.

Hehe.., Kang Yitno pun manggut-manggut..

Walah, ingatan saya lalu melayang pada lagu-lagu populer jaman sekarang, yang walopun beda-beda bandnya tapi jenis musiknya itu-itu juga.., lalu pada sinitron tipi nyang episodenya harusnya sudah selesei tapi disambung-sambungkan lagi demi melanjutkan keuntungan sehingga jalan ceritanya jadi muter-muter gak jelas…, lalu pada para prisenter yang mendadak jadi penyanyi.., lalu pada lawakan-lawakan kasar yang mendominasi acara tipi.., lalu pada… Ah, sudahlah…

Pos ini dipublikasikan di budaya, Indonesia, nothing, psikologi, renung, sak karepe, Uncategorized. Tandai permalink.

23 Balasan ke bukan sekeDar enak

  1. marsudiyanto berkata:

    Lama nggak nengok Gambar Kebo…
    Sudah manak apa belum ya?

  2. sawali tuhusetya berkata:

    wah, entah, mas, sejak jadul hingga sakini, telinga saya sudah kadung akrab dengan gending2 jawa dan campur sari, mas, hehe …. denger lagu2 bahasa bule kurang maknyus di telinga, haks.

  3. onnosz berkata:

    jaman sekarang, yang namanya mutu seni sudah tertindas oleh selera pasar. mutu jelek pun kalo pasar menghendaki booming ya tetep diproduksi. contoh nyata di dunia perfilm-an saat ini berapa sih yang ndak menjual tema tentang seks dan misteri serta kombinasi keduanya? kalo dirating skala 10, barangkali saya memberikan nilai -7 alias negatif karena mutu nol besar namun memberikan dampak negatif pada moral negeri.

  4. Si Paijah berkata:

    fleksibel dan pondasi yang kuat itu saya setujuh sekalih, *dicatat

  5. Tika We berkata:

    Wew wew, absolutely agree!! Suka tidak suka dengan Lagu Enggres, cuma masalah selera telinga koq. Itung2 ngetes Bahasa Enggres versi slank juga, jadi kalau suatu hari ketemu Lady Gaga atau Diana Rosse ada topik yg bisa diangkat. Hohoho…

  6. julianusginting berkata:

    lagu jawa, wadung ndak ngerti aq…

  7. Abdi Jaya berkata:

    memang semua pada aji mumpung tuh seperti yang mas bilang pada alinea terakhir…

  8. Tukang Nggunem berkata:

    wah..kebone tambah lemu ya…jadi pengen denger lagu “Cinta Satu Malam”…wkwkwk

  9. investasi emas berkata:

    gambar nya g enak diliat mata coy,…

  10. dian diam berkata:

    isih rajin nulis to kang? yuuuk…😀

  11. gelar berkata:

    Iseng2 berkujung…sekalin lagi belajar ngeblog neh…heheheh

  12. ajeng berkata:

    Manggut-manggut..

  13. soglenk berkata:

    postingan yang bagus mas bro….emang kmu gak rugi berteman denganku…wkwkwkwkwkwk

  14. Nisa berkata:

    pak grubik >_< pripun kabarnyaa😀

  15. Akbar_BRDC berkata:

    Holaaa!! Udah mulai menuju penghujung tahun nih! Coba deh sign up jadi member kita, tulisin pengalaman kamu menarik kamu taun ini bersama Bandung dan upload karyamu ke citizen journalismnya kitaaa, biar kenangan tahun ini ga cepet terhapus ya gengs!😀

  16. pesankaosonline berkata:

    Selamat dan sukses, semoga selalu dimudahkan jalannya. dan yang pasti beranjangsana serta silaturahmi merupakan pembuka pintu rejeki.

    terima kasih banyak, support dan simpati buat blog ini, Jaya dan Maju … Sukses …

    dari albahaca production, 0815 7020 271
    http://pesankaosonline.wordpress.com

  17. ebenr banget tuh, aQ jg dl2 klo mo bljr bhs inggris, aQ nyanyi aaj, jd melatih cr ngomong plus mengartikannya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s