eKsistensi

A long December and there’s reason to believe
Maybe this year will be better than the last
I can’t remember the last thing that you said as you were leaving
Oh the days go by so fast
And it’s one more day up in the canyons
And it’s one more night in Hollywood
If you think that I could be forgiven
I wish you would

Nyang  di atas itu adalah kutipan lagune, Counting Crows, judule Long December. Long itu kalo di kampung saya artinya mercon atau petasan, tapi kalo dalam bahasa inggris artinya: panjang…  Memang benar sih, itu info gak penting.

Lalu, kenapa kok saya menampilkan penggalan lirik di atas?

Ya, gak apa-apa to ya? Lha, ini kan sudah bulan Desember, jadi saya kira cukup nyambung kalo saya menampilkan lagu yang ada unsur desember-desembernya begitu. Jadi, biar blog ini ada tulisannya lagi, ada apdetannya lagi. Biar anda semuwa tau kalo saya masih hidup, masih eksis dalam hal mengeblog, hehe…

Katanya sih menjaga eksistensi itu penting, dan syarat mutlak untuk hidup, sodara.. Lha iya, eksistensi itu, kalo dalam kamus artinya keberadaan. So, bagaimana kita bisa menjalani hidup seandainya kita tidak merasa ada, sebagai diri kita sendiri, sebagai bagian dari keluarga kita, sebagai bagian dari masyarakat dunia, dunia maya juga.

Banyak cara yang ditempuh manusia untuk menjaga eksistensinya. Cara paling baik adalah dengan berbuat baik kepada orang di sekitarnya sehingga orang lain bisa merasakan dan mengharapkan keberadaannya, begitu kata temen saya yang suka adzan si mesjid. Cara berikutnya adalah dengan memberi kepada dunia melalui kerja dan karya. Ya, melalui pekerjaan dan karya seorang bisa terjaga eksistensinya. Lha, jika ada orang lain yang menikmati hasil kerja atawa hasil karya kita tentunya mereka jadi bisa merasakan manfaat dari keberadaan kita di dunia, dan bagi kita sendiri, oh betapa senangnya kalo karya kita ada manfaatnya bagi orang lain, dan kita pun merasa berguna, merasa eksis, begitulah…

Lha, belakangan ini ada cara pintas yang sering ditempuh seseorang untuk menunjukkan eksistensinya, yaitu dengan cara mbikin sensasi atau mbikin heboh. Banyak cara yang ditempuh yang cenderung gak mutu, misal dengan bikin video bugil sendiri, masuk ke dalam arena pertandingan olahraga tingat internasional dan lain sengacaunya, silahkan cari contoh sendiri…

Dalam dunia silibritis, cara pintas untuk menunjukkan eksistensi tersebut difasilitasi dengan amat bagus dengan adanya enfotenment. Anda tentunya tau kan apa itu enfotenment? Dan sialnya, makin hari kok kayaknya makin banyak aja itu tayangan seperti itu di telepisi kita…

Na..na..na..na..na..na..na..na..naa.. iye….

(melanjutkan lagu di atas)

Pos ini dipublikasikan di budaya, for u, Indonesia, psikologi, renung, sak karepe, Uncategorized. Tandai permalink.

28 Balasan ke eKsistensi

  1. duniafannie berkata:

    pengen masuk enfotenment juga po, kang? jadi silibritis..

    dududududu… *siyul-siyul*

  2. dan berkata:

    kata iklan, mau eksis, jangan lebay pliss..

  3. liudin berkata:

    hemm… eksistensi dalam arti sebenarnya ya mencari tujuan kita hidup.

  4. suwung berkata:

    terkenal karena tercemar?

  5. marsudiyanto berkata:

    Saya berusaha konsisten komentar di sini agar saya tetep eksis sebagai sahabat…😀

  6. buwel berkata:

    Memang lebih enak Eksistensi yang dtep by step ya, jadi kalo mundurpun step by step juga….heheheh

  7. Nisa berkata:

    xiixixii.. tak pikire kesambet nopo.. kok iku mau enek mercon desember e..
    :mrgreen:

    ternyata..
    siip🙂 setuju ma yg jaga mesjid:mrgreen:

  8. Nisa berkata:

    eh.. keliru, maaf, yang adzan di mesjid ding, bukn yg jaga *dipentung*

  9. arkasala berkata:

    mending ikutan falsafah jawa aja untuk tujuan tertentu dengan alon alon asal kelakon dari pada cepet tapi mumet he he.
    Trims atas kunjungannya di blog saya.
    Salam hangat selalu🙂

  10. didi berkata:

    comen perdana…
    salam kenal yach.. n selamat tahu baru…
    moga di tahun yang akan datang menjadikan kita lebih baik dari pada tahun yang lalu…
    Good Luck…

  11. solusidigitalku berkata:

    kalau saya sih untuk menunjukkan eksistensi bikin yang heboh juga, tapi bukan bikin video bugil atao sejenisnya, saya mau BAGI2 BUKU GRATIS NIH….. sah sah saja kan bung? hehe…
    UNDANGAN buku gratis nih… Langsung meluncur ke TKP ya kalo berminat…🙂 salam kenal

  12. Pak Wandi berkata:

    Kalo membaca postingan ini kayaknya mencari sensasi nggak ya mas?🙄😆
    Biasane nek ijik enom mimang ngunu kui mas, mengko nek wis boyoke mlengkung nembe sadar kok😆

  13. itempoeti berkata:

    penonjolan eksistensi yang berlebihan lebih pas disebut sebagai gila popularitas…

    tak heran.., saat ini popularitas sudah menjelma sebagai berhala baru…😀

  14. gadisjeruk berkata:

    Udah gak desember lagi ni kang,,,

  15. senoaji berkata:

    milih eksistensi untuk sebuah ekstensi

  16. senoaji berkata:

    cik! komengku direbut senoaji yg lain

  17. annosmile berkata:

    met tahun baru kang..

  18. Elsa Yellow berkata:

    kalo dunia blog, cara menunjukkan eksistensi dengan blog walking??? hehehehehe benar gak sih??

  19. gadisjeruk berkata:

    gak narsis, gak eksis kang..
    ayoo update.. haahaa

  20. Zaynuri berkata:

    Cara menunjukkan eksistensiku adalah comment ke blogmu raw…wkwkwkw…

  21. itempoeti berkata:

    wis ra tahu nonton acara tipi kecuali berita, national geographic karo discovery channel…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s