cita-citamu

Hey lihat, itu nama saya ada di daftar paling atas pencetak gol, unggul tiga gol dari Luca Toni dan Thierry Henry. Tahukah kau bahwa tim saya (Milan) baru saja memenangi kejuaraan setelah menang 4-1 lawan Barcelona di final dan saya mencetak dua gol, dan saya tidak sedang bermimpi, percayalah…

Ya, saya tidak sedang bermimpi, saya hanya sedang main PS…

He.. he.., waktu kecil dulu saya suka sekali main sepakbola (sekarang pun masih suka tapi jarang maininnya). Saking sukanya, bahkan saya sempat punya cita-cita jadi pemain bola, bukan sembarang pemain bola tapi pemain bola yang suatu hari nanti akan mengangkat Piala Dunia, tentunya bukan mengangkat untuk keperluan bergaya saja, tapi karena memang habis memenangkannya. Sebuah cita-cita yang tergolong setinggi langit (apalagi melihat kondisi objektif persepakbolaan kita).

Tapi, bukankah cita-cita itu memang harus setinggi langit seperti kata orang-orang itu? Tentu saja itu benar adanya.
Tapi selain menggantungnya tinggi di langit, dia harus juga kita tanam di dasar hati, yang akar-akarnya semakin lama semakin kuat seiring dengan air semangat dan ketekunan yang kita siramkan padanya.

Cita-cita menjadi pemain bola adalah harapan yang dulu saya gantung tinggi di langit hayalan. Tapi dia tak tertanam kuat di hati ini dan hanya jadi wacana dangkal dalam otak yang lalu menjadi angan-angan kering yang langsung lenyap terhembus angin?

Ya, menggantung cita-cita setinggi langit adalah kawasan otak dan pemikiran, tapi menanam cita-cita jauh ke lubuk hati terdalam adalah kawasan hati, yang kemudian melahirkan komitmen dan integritas, yang membuat Thomas Alva Edison rela gagal beratus kali untuk kemudian berusaha lagi, and keep movin forward!(Itu kata The Robinsons)

Cita-cita memang bukan hanya untuk digantung di angkasa, tapi juga ditanam di dasar hati, menjadi intensi (tujuan konkrit) yang akan menuntunmu, memberimu kekuatan melawan godaan untuk sembunyi dan menyerah.

Seberapa besar kau punya komitmen dan integritas terhadap sebuah cita-cita? Tapi tunggu dulu, sudahkah sebelumnya kau punya konsep konkrit tentang cita-cita? Sudahkah terlebih dulu kau gantung itu cita-citamu di angkasa pemikiranmu? Seberapa banyak kau luangkan waktu untuk itu semua?

Lalu, seberapa jauh itu jangkauan cita-cita dan tujuan hidupmu? Hanya sebatas dunia kah atau lebih dari itu?

Pos ini dipublikasikan di psikologi, renung. Tandai permalink.

22 Balasan ke cita-citamu

  1. easy berkata:

    entah kenapa alur hidupku sering tak sesuai dengan cita-cita..
    apa karena kurang fokus ?

  2. grubik berkata:

    tapi, cita-cita yang mana?

  3. yantox berkata:

    magn cita cita tuh perlu ya ?? gw ntar mo jadi apa yaaa ????

  4. sekelebatsenja berkata:

    citacita itu sama seperti mimpi..
    biar punya alasan untuk bergerak
    itu sih menurut saya
    salam

  5. cebong ipiet berkata:

    hayah…cita citamu sebagai wartawan ya brik…
    lah itu banyak nanya kekeke

  6. Kaka berkata:

    cita-cita ku tak kesampaian mas..! jadi nyasar begini gimana toh
    http://asephd.co.cc

  7. ayay berkata:

    [Cita-cita memang bukan hanya untuk digantung di angkasa, tapi juga ditanam di dasar hati, menjadi intensi (tujuan konkrit) yang akan menuntunmu, memberimu kekuatan melawan godaan untuk sembunyi dan menyerah ]

    setuju..
    sayangnya saya terlalu lemah dan malah mengikuti arus kehidupan

    oh..thanks dah mampir..
    oh..trima kasih doanya
    semoga bisa sling tukar pikiran🙂

  8. suwung berkata:

    diriku malah diombang ambingkan cita cita
    tetep pengen jadi seniman apa ngidupin anak istri plus mbok yang dikampung
    akhirnya terdamparlah aku disini
    dan selalu gething nyanding
    dulu paling benci malah dia menghampiri

  9. masarif berkata:

    mimpi, cita-cita, harapan dan tujuan. Saya sering rancu antar kesemuanya.. Dalam bahasa sana apa, ya?
    Sebatas duniakah? : yang ku punya lintas batas🙂 Setiap saat, waktu dan detik aku menuju kesana. Minta do’anya biar makin dekat🙂

  10. Elys Welt berkata:

    cita-citaku sekarang pengin jadi seorang ibu🙂

  11. Andy MSE berkata:

    Saya selalu bingung kalau ditanya soal cita-cita… mungkin nggak punya cita-cita ya? hehehe

  12. bangpay berkata:

    karena mencoba mbanyu mili… cita2 saya juga mbanyu ili sesuai dengan kenyataan… hehehe…

  13. chic berkata:

    gantungkan cita-cita setinggi langit? ah itu untuk anak SD Pak.. hehehehehe

  14. indra1082 berkata:

    Cita-cita kadang tak sesuai angan-angan, tapi ikut mengalir seiring langkah dan sepak bola… eh terjang kita

  15. namada berkata:

    cita2 saia dulu apa ya?? jadi polwan..tapi gk kesampaian, habis tingginya kurang😀

  16. Halo Sore… Numpang lewat dulu… Saya mengundang Anda untuk mengikuti Review Kontes…. Maaf kalau komentar tidak sesuai dengan postingan…
    Salam.

  17. missglasses berkata:

    saya suka dua kalimat terakhirnya🙂

  18. auaja berkata:

    mengambil kata2 Arai di Sang Pemimpi
    bermimpilah, niscaya Tuhan akan merangkul mimpimu.
    bercita2lah setinggi apapun,
    kerja keras,
    doa ikhlas,
    adalah kuncinya

  19. aozora2006 berkata:

    cita-cita… mengapa kebanyakan org tdk selalu mendapatkan cita2 mrk? kadang kita sbg manusia tdk tahu apa yg terbaik bwt kita. hanyalah Tuhan yg mengetahui dan mengerti diri kita… so… ku hanya pasrah dg alur hidupku… krn inilah yg terbaik buatku… tashikani! pasti!

  20. doelsoehono berkata:

    Salam

    kita hanyalah bercita -cita semua Tuhan yang menentukannya

    yang penting semangat dan semangat

  21. Musafir Gendeng berkata:

    سَوَابِقُ الْهِمَمِ لَا تَخْرُقُ اَسْوَارَ اْلأقْدَار

    “Kemauan yang menggelora tidak akan mampu menembus tirai takdir”

  22. grubik berkata:

    itulah mengapa takdir dijadikan sebagai rahasia buat manusia, agar kita habis-habisan berusaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s