sedjarahmoe doeloe

Everybody had their own history, dan detik ke detik kita sedang membangun sejarah kita masing-masing.

Sejarah, sumber cerita dan inspirasi dan juga acuan antar generasi. Ada sejarah perjodohan bokap nyokap yang sering kita dengar, kisah heroik kakek nenek waktu jaman sekolah, kisah pengalaman pontang-panting dari orang-orang sukses dan lain sebagainya. Dulu semua itu merupakan cerita dimana kita berposisi sebagai penyimaknya, membayangkan betapa jauhnya masa itu dari kita (walaupun mungkin cuma berjarak beberapa tahun dari usia saat itu). Dan adakadabra…, sejarah itu tahu-tahu sudah menyapa kita tanpa kita sadari, dari mulai pilihan jurusan kuliah sampai kemudian memilih pekerjaan dan pergi meninggalkan kota tempat kita dibesarkan!

What’s da story now?

Whatever, let’s the story begin agin and again. Rak yo ngono to dab?

Kadang, sejarah hidup perlu untuk diceritakan. Untuk apa?

Sejarah kisah hidup, menceritakan kisah pengalaman hidup untuk dibagi pada orang lain. Manfaatnya bagi orang lain adalah sebagai tambahan referensi, mengenal sebuah cerita kehidupan untuk dijadikan bahan pembelajaran maupun inspirasi bagi langkah hidup yang hendak ditempuh.

Kalu kau bikin autobiografi, kira-kira apa ya yang akan dengan bangga kau ceritakan? Kisah hati yang patah? Sebuah kemenagan? Atau tentang berbagai dendam terpendam dalam diri? Usaha tak kenal lelah yang berbuah manis atau sebaliknya? Ataukah berbagai hal iseng yang kau kerjakan?

Kalau saya disuruh nulis buku autobiografi, Lima puluh halaman pun pasti sudah pakai full bumbu hiperbola yang overdosis!

Yo wislah, nulis blog saja, dikit-dikit…

Pos ini dipublikasikan di renung, sejarah. Tandai permalink.

3 Balasan ke sedjarahmoe doeloe

  1. sitidjenar berkata:

    sejarah paling tidak untuk di kenang….pahit manisnya hidup itu sudah biasa…kopi aja kalo gak di kasih gula kurang pas kayaknya..hehehe

  2. arsyadsalam berkata:

    Selamat bersoea Toean jang poenja ini blog jang bertadjoek gambar kebo.. (boekan koempoel kebo)..
    Ada sebidji tjerita jang saja pernah denger bahwa sedjarah hanja seroe saat ditjeritakan. bukan pada saat dialami. Dus saja sangat setoejoe dengan pendapat Toean soal sedjarah terseboet… bahawa begitoelah dia poenja djalan..
    Salam 🙂

  3. easy berkata:

    iya nulis blog saja dulu..
    dikit dikit.. sering update..
    lama2 banyak.. menyimpan sebuah sejarah..
    kita buka lagi nanti saat tua..
    mungkin kita akan senyum2 sendiri membacanya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s