Live forever

Live Forever! Ada banyak cara orang untuk memotivasi dirinya sendiri. Dan orang juga perlu punya banyak stok cara untuk bisa menumbuhkan kembali motivasi dalam dirinya, kalau bahasa psikologi populernya menarik kembali ke rel yang benar (emang rel bahasa psikologi popular? Asal..). And I’m sure that all of us kadang lepas dari rel tujuan kita sesungguhnya, kadang kita menyadari setelah beberapa saat atau kadang setelah berabad-abad perjalanan!

Live Forever! Salah satu stok cara aneh yang pernah kumiliki dalam membangkitkan motivasi atau coba menginspirasi diri sendiri adalah lagu Live Forever-nya OAsu, sorry Oasis. Saya punya VCD bajakan konser mereka pas di Inggris. Waktu lagu Live Forever dimainin muncul setting background panggung foto artis-artis legendaris yang sudah meninggal, seperti Bob Marley, Jim Morrison, Jimi Hendrix, Kurt Cobain, Freddy Mercury dsb. Nah foto yang terakhir muncul adalah foto the biggest English musician (bener nggak sih nulisnya?) all the time, John Lennon. Waktu foto abang John tadi keluar, vokalis Oasis yang sableng tea, si Liam Gallagher memandanginya beberapa saat untuk kemudian membungkuk memberi hormat pada foto di background panggung di belakangnya, begitu pula dengan si Noel Gallagher yang merubah posisi berdiri sambil menggenjreng gitar memandangi foto bang John tadi, dan seluruh penonton (kayaknya sih Wembley) memberi applaus dengan spontan. That was the meaning of Live Forever. Jasad boleh terkubur tapi kenangan orang tentang karya tak akan pernah lekang oleh jaman. Ya, bahkan segeblek apapun sikap hidupnya (Kurt Cobain mati bunuh diri, Jim Morrison, Jimi Hendrix dll mati karena narkoba), tapi karena mereka pernah menginspirasikan karya yang layak dikenang, merekapun layak dibilang Live Forever.

Salah satu pencapaian tertinggi dalam aktualisasi hidup manusia adalah memberikan sesuatu, memberi sumbangsih hasil karya dari pikiran dan tindakannya pada dunia. If you can give something that use by everyone else or something that can inspired them to do something good, it means that yo,’ve been on The Live Forever Bastard Club!

Maka dari itu ….

Pos ini dipublikasikan di psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Live forever

  1. masihperawan97 berkata:

    Sekedar mampir niey Om,, Semangat trus yah.. Hi,,hi,,hi..!?

  2. grubik berkata:

    silahkan,
    mau minum apa? hi,,hi,,

  3. dian diam berkata:

    Wah kang,sedikit bnyk tahu ya ttg Oasis? Sip! Heuheu…
    Judul konsernya There and Then. Bukan di Wembley, tapi di kandang lawasnya Manc. City, Maine Road. Tapi ko bajakan to kang? Aku we duwe sing ori lho.. Emang sableng tuh orang, bakalan Live Forever jugakah mereka? He…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s