you can’t always get what u want

Ada yang tahu bagaimana itu menjadi dewasa? Kira-kira kalau ditawari pilih jadi orang dewasa atau jadi anak-anak, kamu pilih mana? Gak perlu dijawab karena pertanyaan macam itu sudah pasti gak bakal ada tindak lanjutnya alias sekedar pertanyaan belaka. Lagian, siapa yang mau ngejadiin kita anak-anak lagi. Apa ada orang tua kurang kerjaan yang mau mengadopsi bandot berjanggut dan berkumis macam anda?

Tanpa diadopsi oleh orang kurang kerjaan, sebenarnya kalo mau ngaca kita ini masih anak-anak, yakin, hanya casing dan wilayah hidup kita yang berkembang, jauh di lubuk terdalam jiwa ini, all of you and me is a child. Seorang anak yang selalu merengek pengen dituruti keinginannya, hanya saja kalo dulu kita pengen mobil-mobilan, rumah-rumahan, pistol-pistolan, lonte-lontenan kini yang kita inginkan adalah mobil beneran, harta, wanita and of course jabatan, kekuasaan, gengsi lan sak piturute.

Kalo dulu kita nangis meraung-raung lalu ngambek kalo gak kesampaian apa yang kita ingini, lihatlah tingkah laku para orang dewasa jika keinginannya tak terpenuhi: bunuh diri, demonstrasi, perang rebutan minyak juga rebutan kuasa, saling sikut supaya keinginannya terpenuhi termasuk menyogok dan sebagainya semua dihalalkan untuk sebuah keinginan. Uraian tingkah laku yang merupakan perluasan dari nangis gero-gero minta dibeliin mainan, sebuah sumber yang sama: keinginan!

Kata Rolling Stones, You can’t alwayas got what you want. Gak papa, karena yang what u want itu kadang not what you need. So, terima saja walau dengan mata berkaca-kaca. Momen yang indah adalah ketika mata anda berkaca-kaca tapi kemudian bibir tersenyum. Ada dua alasan orang matanya berkaca-kaca dan bibirnya tersenyum: pertama, dia sedang diliputi rasa bahagia yang teramat sangat, mungkin segala keinginan, cita-cita dan impiannya terwujud. Dan yang kedua, mungkin dia sangat kecewa sehingga hatinya begitu perih karena apa yang dia harapkan musnah dan tak mampu digapainya, tapi dia tersenyum karena mampu memahami itu semua, menerima dengan ikhlas karena ia tahu kalau we can’t always get what we want, kalau manusia hanya bisa berusaha dan takdir ada di tangan-Nya.

So, kapan terakhir kali mata anda berkaca-kaca dan bibir anda tersenyum bagai model kalender?

Yo, whatever we’ve done, it’s just us…

Pos ini dipublikasikan di renung. Tandai permalink.

2 Balasan ke you can’t always get what u want

  1. J.CO berkata:

    Emang benul (benar skaligus betul) Mas Tiem, kadang malahan sering tuh liat orang yg sedang pake casing orang dewasa lagi pada berdebat tentang hal-hal yang mereka “inginkan”, walaopun blom tentu mereka “butuhkan”, yg penting segera mereka “dapatkan”. caranyapun beda-beda, da yg jilat kanan-kiri, ada yg penting “bacot” dulu “pikir” kemudian, da yg penting “setuju” di muka tp “menohok” di belakang tulang punggung, dan msh banyak hal-hal busuk yg dilakukan “orang yg sok dewasa”, CIK!

    So, kapan terakhir kali mata anda berkaca-kaca dan bibir anda tersenyum bagai model kalender?

    Hmm… kapan, ya? oiya, waktu itu -yaiyalah waktu “itu”, masak waktu “besok”, namanya jg nginget-nginget- waktu itu lg liat suatu acara di tipiku yg msh 21″ n layar datar -hayyah! sok pameer…- da seorang nenek-nenek -seorang ato 2 orang? konsisten duong…- maap, hehe.. da seorang nenek yang tiap sore hari tugasnya adalah mengajar anak-anak mengaji di sebuah surau, kemudian hal ini di dengar oleh sebuah produser acara “naik haji gratis” kemudian datang ke surau tersebut untuk meliput kegiatan rutin di sore hari tersebut. sebelumnya sang nenek belum tau liputannya itu tentang apa kemudian pembawa acaranya memberitahukan tentang perihal acara tersebut akan menaikkan haji sang nenek secara gratis karena ketulusannya mengajar anak-anak untuk menjadikannya pintar membaca dan menulis Al – Qur’an. Hatiku langsung trenyuh melihat ketegaran sang nenek mendengar kabar tersebut, sambil bathinku berkata “kapan aku bisa membahagiakan seseorang hingga bisa naik haji?” Mataku berkaca-kaca namun bibirku tersenyum.

    Gituu, Tiem…

    Kalo Mas Tiem pernah juga, kan?

  2. grubik berkata:

    Ki ada beberapa hal yang membuat mataku mbrebes neng lambeku rodo nyengeges yaitu: ketika hatiku hancur berkeping tapi kemudian aku kok terus kelingan pernah ndonga njaluk kemudahan, perlu beberapa waktu untuk nyadar ternyata something we want kuwi kadang not something we need! terus pas menikmati karya seni sing nyantai tapi inspiratif, komedi kehidupan dsb, terus juga pas klilipen tur lagi main gaple karo cahbocah, terus pas kepedesen ning menang totohan dsb…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s