tentang naMa baik
Nama baik, apakah gerangan itu?
Hmm,
Jadi beberapa waktu lalu itu ada kasus pencemaran nama baik. Pencemaran itu bukan oleh limbah pabrik ataupun asap knalpot, tapi dari sebuah email. We.., lha kasusnya kan rame banget terutama di kalangan masyarakat dunia maya ini, kalo sampeyan sampe ndak tau ya itu namanya terlalu…
Itu adalah kisah tentang konsumen yang tidak puas oleh pelayanan sebuah Rumah Sakit Omni lalu menyampaikan ketidakpuasannya ke orang lain melalui media internet yang lalu menyebar lebih luas lagi. Sampe di sini saya jadi inget dengan tulisan-tulisan di warung-warung makan itu yang bunyinya kurang lebih begini: “kalau anda tidak puas beri tahu kami, kalau anda puas beri tahu rekan-rekan anda”. Lha maksud dari si penjual menuliskan yang seperti itu tentunya biar kalo konsumen merasa puas dia bisa berpromosi kepada teman-temannya yang lain sehingga citra warungnya akan terkenal baik, yang akan mengakibatkan jualannya jadi laku, sedang kalo konsumen gak puas cukuplah bilang sama yang punya warung biar si empunya warung tadi bisa mengevaluasi kekurangan dan citra buruk itu tidak usah menyebar kemana-mana…
Dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa nama baik adalah sesuatu yang bisa mengakibatkan seorang penjual bertambah kaya.
Lha, kemaren juga ada ribut-ribut tentang ujian nasional. Cerita lama yang terus berulang, tentang kecurangan. Tentang pihak sekolah yang ingin menjaga reputasi sekolahnya, tentang Kepala Dinas yang ingin menjaga reputasi wilayahnya. Ha kalo banyak siswa yang gak lulus kan malu, reputasi, nama baik dipertaruhkan disini, maka ditempuhlah berbagai cara termasuk dengan kecurangan itu…
Sampai di sini dapat disimpulkan pula bahwa nama baik adalah sesuatu yang bisa membuat orang menghalalkan segala cara untuk bisa menjaganya…
Lalu, suatu hari di sudut sebuah terminal. Itu adalah tempat yang lumayan rame oleh beberapa anak muda, sekumpulan pengamen dan juga preman. Ceritanya mereka bercanda, saling meledek.. Sebuah insiden yang kemudian terjadi adalah, salah seorang preman yang nampak paling sangur (lebih sangar dari sangar) marah-marah sambil melakukan intimidasi fisik pada salah seorang pengamen tadi, itu terjadi karena si pengamen dianggapnya kelewatan dalam bercanda, tersinggunglah itu preman, marah-marahlah dia, mengancamlah dia dengan keunggulan fisik yang ia miliki. Si pengamen itu pun berkali-kali bilang maaf karena dia hanya bercanda dan oh si preman itu sepertinya tak peduli dengan permintaan maaf malah makin menjadi-jadi ancaman yang dia lakukan, malah pakai acara nggajul bin nendang segala, alasennya karena ucapan si pengamen telah menyinggung harga dirinya (harga diri itu kayaknya masih sodara sama nama baik). Tentunya itu tindakan yang terlalu berlebihan, mengingat yang mengucapkan juga telah minta maaf, lha tapi bagaimana lagi.., si preman punya kekuatan dan kekauasaan je…
Lha iya, satu lagi kesimpulan tentang nama baik adalah, jika kau adalah seorang yang merasa lebih kuat dari orang lain, nama baikmu adalah sesuatu yang sangat suci sehingga apa pun yang menyinggungnya kau boleh membalasnya dengan lebih sadis. Dan bahkan, kalau kau punya kekuasaan yang luar biasa, terkadang pengrusakan terhadap nama baikmu adalah hal yang berbahaya, maka sumber-sumber pencemaran itu harus dilenyapkan…
Ya, sisi horor nama baik…
Juni 12, 2009 pada 8:28 am
masalahe: sing nulis iki duwe nama baik ora?
Juni 12, 2009 pada 9:07 am
lhah, rak wis mbok lego jaman seneng ceki mbiyen, lali to?
Juni 12, 2009 pada 9:59 am
nama baik = baik nama ga??!!…;p
thanks dah mampiR..:D
Juni 12, 2009 pada 10:39 am
pengalaman punya nama jelek..dan skrg masih di pake yaitu GRUBIK!!!
Juni 12, 2009 pada 11:00 am
cinthingmu..!!!
Juni 12, 2009 pada 1:14 pm
Bik…jenengku wis termasuk jeneng apik ora…?
Ayo ditrawang…?
Juni 12, 2009 pada 1:49 pm
Namaku bagus ndak?
Salam kenal ya
Juni 12, 2009 pada 3:05 pm
Gajah mati meninggalkan gading Manusia mati meninggalkan nama … mungkin karena itu berpacu dalam nama baik
Juni 12, 2009 pada 10:11 pm
katanya semua nama itu baik, cuma orang gila yang percaya nama baik
Juni 13, 2009 pada 12:03 pm
sebenarnya apalah arti sebuah nama
bagi saya.. saya di panggil dengan sebutan apapun itu gak jadi masalah
yang penting adalah anda nyaman dalam memanggil saya
harga diri dan kehormatan nama itu hanya ilusi balaka
Juni 13, 2009 pada 7:17 pm
duh, ternyata repot juga ya utk mempertahankan nama baik. utk menjaga citra, tak jarang orang menghalalkan segala cara. walah!
Juni 13, 2009 pada 8:23 pm
Nama baik=harga diri yang harus dijaga.
Semoga nama baik itu bukan dilakukan dengan cara dicari-cari …
Juni 14, 2009 pada 3:24 am
nama baikkonsumen nggak pernah dibahas blasss…
opo meneh dilindungiii
Juni 14, 2009 pada 10:53 am
setuju!! makanya betapa penting nama baik seseorang itu..
Juni 15, 2009 pada 10:02 am
doa orang tua yang disematkan ke nama anaknya itulah nama baik, sayangnya sedikit banget yg bisa menjaganya
Juni 15, 2009 pada 11:23 am
mungkin sebaiknya kalo ngasih nama ke anak nnt dikasih kata “baik” di namanya. misal grubik baik, easy baik, tono baik,
huehehehehe…
jadi seburuk2 perilakunya akan tetap menjadi orang baik
eh mas, boleh juga keknya toko onlineku pake tagline gitu ya “jika anda puas boleh belanja lagi, dan jika tidak puas coba belanja lagi”
Juni 15, 2009 pada 1:26 pm
mampir kang…nggulek nama baik..namaku wes kadung tercemar polutan ning empang
Juni 15, 2009 pada 3:40 pm
hehehe.. gajah mati meninggalkan gading.. harimau mati menggalkan belang.. manusia mati meninggalkan nama
Salam Sayang
Juni 15, 2009 pada 5:31 pm
Memangnya ada orang yang namanya “Baik”?
Di desaku adanya Ahad, Setu, Cikrak, …., Rebo dll.
Juni 15, 2009 pada 7:19 pm
Nama Baikku ilang Nyangndi Yo ?!?!? woooo, Keri Nyang Kene Tibakno … Tak Jupuk Neh Yo Mas …
Juni 16, 2009 pada 12:38 am
Kalo nama dah baik dan kinerja baek jg, harusnya ngapain takut dijelek-2in? Toh semua org dah bisa menilai.
Juni 16, 2009 pada 10:00 am
berat juga ya njagain nama kek gitu
Juni 16, 2009 pada 11:06 am
Nama kok bisa ngga baik ya,,, padahal nama itu bukan hanya di sandang di dalam dunia,,, tp juga di akherat nanti juga akan di sebut nama kita…
Juni 16, 2009 pada 11:32 am
menjaga nama baik ya?… harus…
kalau emang kitanya baik, insha Alloh pandangan orang lain akan baik sama kita. Kecuali ada fitnah yang mengarah pada kita, baru kita harus berusaha membersihkannya.
Ada pepatah, 20 tahun membangun reputasi baik, bisa saja reputasi itu runtuh dalam hitungan menit…
Juni 16, 2009 pada 3:56 pm
ganrti dengan nama soewoeng pasti lebih jelek
Juni 16, 2009 pada 5:04 pm
hm.. bner jug ayah…
makin besar suatu nama (kekuasaan) makin susah jaga nama baiknya…
hm.. saya musti hati2 ney *sok punya kekuasaan besar hehehehe
Juni 16, 2009 pada 6:22 pm
nama baik….
nama baik adalah sebuah citra kita dimasyarakat umum…
nama baik bisa didapatkan dari tingkah laku serta tindakan kita terhadap lingkungan sekitarnya…
menjaga nama baik sangatlah sulit, karna sedikit saja kesalahan yg kita lakukan bisa menghapus segala kebaikan kita sebanyak apapun…
so, nama baik adalah sesuatu yg sangat sulut didapatkan tetapi begitu mudah dilenyapkan…
nice post…
salam kenal yah
Juni 16, 2009 pada 7:38 pm
sekali-kali RS perlu dikasi pelajaran agar tidak semena-mena thdp pasien.
btw, ikutan quis tebak-tebakkan yuk!!! cukup jawab pertanyaan di kolom komen, judulnya “Guess the Star Disguise!”. hadiahnya $10USD atau top level domain gratis untuk 1th. lumayan lo….
Juni 16, 2009 pada 8:47 pm
namaku agung. Dudu baik.
Aku tau moco buku sing judule “Bagaimana berdamai dengan orang lain”. Nang buku iku dipertanyakan kenapa manusia tersinggung kalau dihina. Padahal kan ga kurang apa-apa.
Juni 17, 2009 pada 9:53 am
nama baik penting buat marketing :wink;
Juni 18, 2009 pada 6:44 am
TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA…
SALAM SUPER & SELALU ACTION !!!
Juni 18, 2009 pada 8:45 am
Saya cuma mau menyampaikan kalo kamu mendapatkan hadiah award di blog saya, ambil yo….?
Juni 18, 2009 pada 2:54 pm
haduh…
Juni 18, 2009 pada 10:53 am
KENAPA GA ADA PENCEMARAN KELAKUAN BAIK YA HEHEHEH
Juni 18, 2009 pada 11:31 am
reputasi neeh nama baik
Juni 18, 2009 pada 11:36 am
ayooo kita pertahankan nama baik kita…
Juni 18, 2009 pada 10:35 pm
hehehe.. nama baik nyang mana yaaaaaa.. binguuung..
Salam Sayang
Juni 19, 2009 pada 2:04 pm
nama baik dibalas dengan sadis supaya tetap terjaga?
hmm.. bukan perilaku penjual yang baik..
Juni 19, 2009 pada 9:01 pm
apalah arti sebuah nama, selain menjadi sesuatu yang hanya diingat
Juni 20, 2009 pada 12:11 am
Endingnya itu lhooo, sisi horor dari nama baik.
Duuh !
Jadi takut.
Kata org butuh berpuluh – puluh tahun membangun nama baik namun cukup beberapa menit saja menghancurlannya.
Walau begitu, itu bukan legitimasi untuk bisa menyiksa org dengan sadis untuk mempertahankannya…
Juni 20, 2009 pada 8:54 am
Salam kenal, Ya mestinya tidak terjadi demikian ya… kalaulah manusia itu tidak terlaaaa….lu. he..he….
Juni 20, 2009 pada 11:25 am
makanya jangan bikin kesalahan buat nama
Juni 23, 2009 pada 12:32 am
oooohhhh……
kalau nama baik aja sudah seperti itu, gimana nama buruk yaaa…
Juli 4, 2009 pada 3:22 pm
hororr tenan yuh paak…
>.< musti hati2 ni,
Juli 10, 2009 pada 9:37 pm
Klo diliat dari nama, banyak yg ngira saya ni cowok, tapi banyak juga yg bilang nama saya baik koq, Anugrah Izati,,, heleh leh, nopo to iki??! hehe
Mgkin lebih penting “akhlak/pelayanan/perbuatan baik yg sebenarnya ada, bukan diada2kan saja” daripada sekedar nama baik (dengan segala rupa2 arti n makna yg dah bapak uraikan tadi) …