Makin lama anak-anak tuh makin parah…
Mentang-mentang sekolah digratisin, orang tua jadi makin gak peduli anaknya belajar apa tidak, lha wong gratis kok, ya sak karepnya mo belajar mo tidak, wong gak keluar duit, gitu..
Itu tadi adalah keluhan seorang ibu guru di sebuah Sekolah Dasar nun mblesek di sebuah desa dalam rangka mengomentari semangat belajar anak didiknya yang menurutnya semakin merosot dibanding semangat bandel, semangat bersenang-senang, semangat main game dan lain sengacaunya. Plus ditambah para orang tua murid yang cenderung acuh dengan sekolah anaknya.
Keluhan tersebut dilanjutkan dengan kritikan terhadap mentalitas bangsa ini yang sepertinya sulit diajak maju, plus katanya tidak bisa dikasih hati. Contohnya tidak bisa dikasih hati ya itu tadi, mentang-mentang sekulah gratis (bener-bener gratis bener gak sih?) trus orang tua jadi kurang serius memantau hasil perkembangan sekulah anaknya. Kritikan lalu melebar ke bantuan langsung tunai yang dianggapnya menyuburkan mentalitas menyebalkan tersebut…
Hmmm, tampaknya ada beberapa kemungkinan sebab mengapa si ibu guru kita tersebut sampai bercurhat yang sedemikian itu:
Pertama, dia mungkin barusan mendengarkan kampanye pulitik yang mengkritik kebijakan pemerintah tentang bantuan langsing tunai, wakakaka…
Kedua, mungkin itu hanya pandangan subjektif si ibu guru dalam melihat penurunan prestasi anak didiknya
Ketiga, memang mungkin begitulah adanya mentalitas masyarakat kita (haduh..!). Kalo memang benar demikian, ah.., betapa sungguh berat jalan bangsa ini untuk maju.
Mari kita lihat.., paradigma berpikirnya adalah: “lha wong gratis kok, ya sak karepnya, biarin aja mo belajar mo tidak, wong gak keluar duit..” Pola pikir yang sungguh sederhana. Sederhana dan menjengkelkan.
Tapi ya bagaimana lagi, hidup mereka itu memang setiap hari hanya berkutat tentang masalah bagaimana besok bisa makan dan bisa bertahan hidup, wajar kalau pemikiran mereka tidak jauh menjangkau ke depan…
Lha bagaimana lagi, mereka tuh sering melihat anak yang sekolah tinggi cuma jadi pengangguran…
Lha bagaimana lagi, pengetahuan mereka mungkin ya cuma segitu-itu je…
Lha, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa masih merupakan kata-kata merdu yang begitu sulit terlaksana
Lha tambah kacau lagi, tiap hari mereka hanya disuguhi tayangan-tayangan TV yang jauh dari kriteria mencerdaskan kehidupan bangsa, yang tidak menambah wawasan positif dalam pemikiran, yah kalopun ada hanya berupa slogan-slogan yang tidak nyeni, itupun porsinya hanya sedikit…
