jokMania
Kemaren, saya itu ngganti jok motor yang sudah rembes oleh air hujan, yang membuat busa jok jadi basah oleh hujan yang yang akhir-akhir ini oh sungguh-sungguh deras bagaikan disuntak dari langit. Dan hasilnya, motor saya yang biasa terparkir di luar ruangan itu jadi sering basah kuyup oleh air hujan, dan karena jok sudah aus dan tipis maka tembuslah air itu ke busa sehingga celana yang saya kenakan pun selalu basah kalo duduk di situ. Kurang lebih sudah dua minggu ini, oh betapa malesnya dirikyu ini, menderita kebasahan celana selama dua minggu dulu baru mau ngganti itu jok motor…
Dan, di seorang tukang jok yang ngakunya selalu dipanggil dengan nama Mas Jok saya percayakan nasib pantat saya ke depannya. Ya, dia mengaku dipanggil Mas Jok oleh warga sekitar, bahkan di undangan sekali pun, akan tertera di sampul undangan tersebut ketikan sebuah nama: Mas Jok apabila undangan itu ditujukan kepadanya…
Oh, Mas Jok ini punya anak yang sudah besar pula, sudah lulus SMA, atau Aliyah tepatnya, bukan Siti Aliyah, tapi maksudnya adalah Madrasah Aliyah, setingkat SMA begitu kah…? Nah si anak Mas Jok yang lulusan Aliyah ini katanya pernah ndaftar mo jadi TKI yang mo berangkat ke Jepang, bersama 17 orang kawannya beberapa tahun lalu dia sudah siap berangkat ke Jepang, bahkan bapaknya sudah keluar duit lumayan banyak untuk persiapan keberangkatan tersebut. Tahun-tahun itu adalah saat dimana lagi ramenya isu terorisme dengan tertangkapnya Amrozi cs. Apa hubungannya dengan terorisme sodara? Itu jelas berhubungan menurut Mas Jok, karena saat itu anaknya jadi gagal berangkat ke Jepang padahal 17 kawannya semua jadi berangkat. Kenapa dia gagal berangkat. Ya karena menurut cerita si Mas Jok tadi, anaknya tercinta itu adalah lulusan Madrasah, lulusan pesantren, jadi pihak luar negeri tidak mau ambil resiko dengan mengambil tenaga kerja yang mirip latar belakangnya dengan Amrozi cs yang tertangkap sebagai pelaku teror itu, latar belakang pesantren…
Weleh-weleh, kalo gini ini namayah waspada atau phobia ya?
Tapi, menurut Mas Jok, hal tersebut mungkin adalah jalan terbaik dari Gusti Allah bagi anaknya karena mungkin siapa tahu dia di sana malah bergaul kurang bener atau gimana, dan lagian saat ini dia sudah bekerja di tempat lain, lagian duitnya juga sudah dikembalikan walo dicicil. Itu adalah jalan terbaik dariNya, begitu keyakinan si Mas Jok ini, sebagaimana dia juga yakin kalo dulu peristiwa penggusuran lapak joknya belasan tahun yang lalu adalah cara Gusti Allah menyuruh dia pindah dari situ dan memulai usaha barunya di tempat sekarang dia mangkal…
Lha iyo, mas…
Mei 18, 2009 pada 7:34 am
Jok ku isih lakbanan je..
Mei 18, 2009 pada 9:20 am
tak pikir jogja mania
Mei 18, 2009 pada 9:22 am
weh ganti jok kebo?
Mei 18, 2009 pada 9:43 am
memang rasanya tidak adil
tapi dia masih bertahan hidup dengan kerja kerasnya
hmm..liat jok motor saya
masih utuh..
gak jadi ganti..
Mei 18, 2009 pada 11:28 am
gusti allah ki pancen kerjanya secara misterius tenan…
Mei 18, 2009 pada 1:11 pm
Lha iyo, mengko nek ning Jepang bergaul karo Aoi lan Ozawa kan malah repot
Mei 18, 2009 pada 1:18 pm
Mulane nduwe bokong ojo landep2x, jok montormu podo prampang to’…wakakak
Mei 18, 2009 pada 2:33 pm
dunia memang aneh
)
Mei 18, 2009 pada 3:59 pm
untung motorku baru..wkkkk
Mei 19, 2009 pada 8:55 am
@senoaji: lha lakbanmu wis jok-jokan mesti..
@soewoeng: gaptekmania…
@soewoeng plasnu: hayah, kwi jenenge pelana kebo, bukan pelina kebo…
@annosmile: keadilan,memang absurd…
@suryaden: iya, dan kadang kita baru nyadar belakangan sak wise utek iso tenang…
@dony alfan: repot njobo njero nek kwi…
@tuyi: wakakak, aku nek ngupas mangga we nganggo bokong kok bos…
@ikhsan: penghuninya juga mas…
@rizky: puamer su…
Mei 19, 2009 pada 9:47 pm
masjok nan optimis…
Mei 20, 2009 pada 12:46 am
semua insya allah ada hikmahnya..
Mei 20, 2009 pada 7:54 am
aku ga mudeng ini
Mei 20, 2009 pada 8:55 am
moga2 komentku bisa masuk,soalnya ada wp yang kadang gak bisa aku kasih koment,makasih banyak atas jejaknya
salam kenal yahh
Mei 20, 2009 pada 9:18 am
Arif dan bijaksana sekali mang Jok ini
selalu berusaha melihat yg positif dari semua hal
Mei 20, 2009 pada 9:44 am
lho kok aku binun yaa…..
apa ga dignti aja jok nya ….hehhee
Mei 20, 2009 pada 12:52 pm
Tuhan memang maha adil..
Mei 20, 2009 pada 8:09 pm
wong sing pikirane positif asile yo positip sak ora ora ne efek pada pikirannya jadi positip
lah wong sing pancen utek ngresulo terus di grujug duit sak trilyun yo ttp ngresulo
Mei 21, 2009 pada 1:23 am
Menurut Mas Jok…
Memang saya bilang apa sich…..
Mei 21, 2009 pada 2:30 pm
Mas, kalau di Jambi mas jok adalah teman kencan, jadi amrozi adalah temen kencannya AS. tapi sayang anak mas jok yang jadi korban….
Mei 21, 2009 pada 6:52 pm
Selalu ada hikmah yang terselip disetiap peristiwa kang…
Lha nek jok bocor ki hikmahe opo jal…?? ekekeke
Mei 22, 2009 pada 8:59 am
semua ini pasti ada hikmahnya…..salam buat mas jok aja..
Mei 22, 2009 pada 12:10 pm
Memangnya ada kasus seperti itu?.
Mei 23, 2009 pada 3:01 am
Joknya dah baru lagi kan…?
Mei 23, 2009 pada 7:05 am
Assalam
wah gak adil ya.
tapi insya allah semua ada hikmahnya.
allah maha besar.
wassalam
Comment anda telah saya balas.
silahkan kunjungi lagi blog saya.
Mei 24, 2009 pada 8:34 am
kayaknya kata” pembukanya tentang jok dan pantat deh. kok akhirnya jadi terharu biru gini?
tapi, kasian juga ya anaknya Mas Jok.
Mei 24, 2009 pada 3:11 pm
sedikit lagi salah tulis siti aliyah bisa jadi seperti nama adekku siti aisah
)
jok motornya kenapa ga warna pink mas ?
Mei 25, 2009 pada 1:27 am
Mas Met Ultah yo… moga kebonya tambah buanyak… hehehe
Mei 26, 2009 pada 8:26 am
belum sempat ke bengkel untuk permak motor habis dapat teguran
Mei 28, 2009 pada 1:10 am
Gusti Pengeran ora nate sore. insyallah tak akan pernah membiarkan umatnya terus tertindas dari kesewenang-wenangan.
Mei 30, 2009 pada 12:35 pm
salam kenal ya mas…. nice
Juni 1, 2009 pada 3:05 pm
hanya Sang Khalik yang tahu apa yang terbaik bagi umatNya.