gak berJudul

Kalo ingin maju, ya memang harus berani berubah. Oh, sungguh setuju kita dengan hal itu. Tapi, untuk apa memang merubah diri? Lha orang itu sukanya begitu ya? Merubah diri, seolah-olah dirinya itu begitu buruk sehingga semua harus dirubah, seolah-olah ada sesuatu yang dianggapnya lebih baik sehingga dia harus mengubah segala yang ada pada dirinya…
Berubah untuk menjadi baik, ya bukan berarti putar haluan 180 derajat dan menjadi orang lain, menjadi bangsa lain. Ah, tak harus dibabat habis itu akar identitas yang kau punya karena yakinlah bahwa tidak semua yang ada pada dirimu itu buruk adanya..
Kalo ingin punya identitas yang kuat ya bertahanlah menjadi dirimu sendiri apapun yang terjadi. Tapi, untuk apa juga kau keras kepala kalo memang faktanya kau makin jauh tertinggal, jalan di tempat dengan apa yang kau pertahankan itu.
Menjadi diri sendiri, juga tidak berarti harus begitu-begitu saja sampai akhir jaman, cuma jadi mesin penerus tradisi saja itu namanya…
Lha terus kon piye dunk, pakde?
April 16, 2009 pada 12:41 pm
kaizen : berubah lebih baik
April 16, 2009 pada 1:26 pm
jadi diri sendiri itu..punya kepribadian yang mandiri, apa-apa dari sendiri, punya ketegasan, ini loh aku!
April 16, 2009 pada 1:51 pm
oo berubah ndak koyo satria baja thungtheng!
April 16, 2009 pada 2:26 pm
Berubah dadi gambar jaran…
April 16, 2009 pada 3:37 pm
Mengalir seperti air…..
April 16, 2009 pada 4:19 pm
Wew..
Mari kita hijrah..
Yg lebih baik dr kemarin..
..
Met kenal ya mas..
April 16, 2009 pada 10:12 pm
Saya sepakat dengan argumen mas gubrik.
Perubahan dalam hal-hal tertentu memang sangat penting. Persis seperti perubahan pada:
- menu yang kita makan setiap hari
- pakaian yang kita kenakan dari waktu ke waktu
- dll
eeiiittt….yang penting jangan merambah ke rasa sayang kepada pacar/istri lho ya…. kalau itu usahakan teteeeepppp….
Yang jelas perubahan apapun yang kita lakukan, haruslah perubahan ke arah yang lebih baik.
Nah, kalau sudah baik bagaimana? kalau begitu ya tinggal dipertahankan saja, bahkan kalau bisa ditambah supaya lebih baik lagi. Bukan begitu Kanjeng Gubrik?
Salam Istimewa!
April 17, 2009 pada 3:27 am
sindiran yang halus…
sangat menarik
atau jangan2 dq salah interpretasi???
smoga tidak…
April 17, 2009 pada 5:40 am
copy-cat aja susah loh..apalagi jadi diri sendiri..hehehe..
April 17, 2009 pada 7:13 am
@sibaho: idealnya dan semoga
@advintro: plus tdk egois dan merasa dirinya yg terbenar
@senoaji: baja lumping
@marsudiyanto: jaran sexy
@mahendra: asal jangan air bah
@budi hermanto: semoga
@umar puja kusuma: sama isteri jg harus berubah, dari sayang jd sayang banget, he2, kanjeng, kok kaya mas pakar, kmrt..
@nyante aza lae: tdk ada interpretasi salah di sini
@andre: emang hidup tak mudah bos
April 17, 2009 pada 11:59 am
angin perubahan…wind off change…
April 17, 2009 pada 1:14 pm
Hidup ini harus beradaptasi, maka dari itu harus bisa menerima perubahan. kalo tidak bisa kena seleksi alam.
April 17, 2009 pada 5:04 pm
Terkadang kita tidak sadar bahwa FAKTOR pendorong perubahan sering datang dari luar. Bahkan kita tidak sadar bahwa banyak perubahan terjadi di sekitar kita: udara makin panas, burung jarang berkicau, perempuan makin berkulit putih, sampah makin menggunung.
Jika kita perlu merubah diri kita sendiri untuk mendorong perubahan ke arah yang kita inginkan: udara yang bersih, bumi yang hijau…
Masalah identitas, konsultasikan sama pak RT, uruslah sampai kecamatan, hingga kamu peroleh KTP yang sah, bukan palsu…
Biar KTP udah sah
Biar disana tertulis status menikah, agama Islam, pekerjaan mahasiswa…
WHO YOU ARE IS WHAT YOU DID, ga peduli lo anak siapa, suku apa.
April 18, 2009 pada 9:43 am
sip setuju
diriku akan tetep jadi soewoeng yang gaptek bos
April 18, 2009 pada 10:38 am
memang kagak ada yang baik didunia ini selain menjadi diri kita sendiri ngapain juga harus ikut-2an…seharusnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki..iyakan
April 18, 2009 pada 6:30 pm
menjadi diri sendiri itu nyaman. tapi tetap harus pada jalur yang benar kan mas ?
April 18, 2009 pada 6:40 pm
Hahahaha, ngakak saya membacanya…bagus-bagus… Saya sepakat.
Saya pakai Open ID baru juga karena pengin maju tetapi nggak meninggalkan “sejarah”.
Ya Open ID baru saya buat setelah saya melangkah lebih jauh untuk membuat web selain memelihara blog yang sudah ada.
(Sorry lama nggak berkunjung, tetapi Om masih inget toh dengan alamat email itu…).
Salam hangat.
April 19, 2009 pada 12:22 am
aesuatu itu tidak ada yang kekal … yang kekal itu adalah perubahan
April 19, 2009 pada 4:04 am
Wew..
Hari esok kudu lebih baik..
Dari hari ini..
Begitu y kk..
April 19, 2009 pada 12:52 pm
@mas adien: yeah..
@tuyi: betul lah itu, seleksi alam dan seleksi veti vera tentunya..
@Nailil: yes, do something… iya mbak, besok saya tak ke Pak RT, sekalian juga dia punya anak cewek sih mbak
@suwung: hahaha.. toss!!!
@iwan: iyes kang…
@easy: oke jeng…
@Master agroburung: njih, blognya sampeyan makin meriah memang, mantappp…
@Anton: bisa juga begitu…
@ArtaSastra: semoga…
April 19, 2009 pada 1:35 pm
bener mas… dadi awake dewe ning sing luwih apik…
mas… reti ono komunitas bloger jogja ra.. nak ono aku kabari yo
nuwun
April 19, 2009 pada 2:30 pm
kalau kata robbie williams: to be a better man…
April 20, 2009 pada 6:02 am
pikirkan, betapa sulitnya merubah diri sendiri, apalagi merubah org lain.hehe…

jujur aj, aQ tuch paling ssh banget klo disuruh berubah apalagi klo motivasi yang ada munculnya setengah2 doank…tp untuk berubh menjadi lbh baik mmg selalu ada proses, apapun yang terjadi dalam hidup adalah sebuah ;ilihan, berubah atau nggak jg termasuk pilihan..mmm…
but I swear we can
semangat!
April 20, 2009 pada 2:34 pm
jalani semua dengan apa adanya
April 23, 2009 pada 9:59 am
Mas, mau tak kasih opsi judul ga ?
mungkin judulnya gini :
1. Berubah
2. Ndak Berubah
3. Bingung
4. Tetep dengan judul yg sama
hehehhe, anyway mas, menurut saya menjadi diri sendiri itu penting tapi lebih penting lagi kemampuan beradaptasi. Karena menurut teori evolusi Charles Darwin, bukan yang terkuat yang bertahan namun yang paling bisa beradaptasilah.
Salam,
Eka
April 23, 2009 pada 10:12 am
wekeke.. saya pilih opsi keempat, soale males ngganti judul (saya adalah pemalas yang baik..)
beradaptasi dan memperbaharui…
April 23, 2009 pada 7:02 pm
kenali poensi diri dan kembangkan … ya to mas…
Juni 16, 2009 pada 11:44 am
menjadi diri sendiri itu memang jauh lebih baik…
apa-apa semau kita, pokoknya merdeka lahir bathin…. hehehe
Mas, OOT nih, tukeran link ya… saya udah pasang link mas Gubrik…
Juni 16, 2009 pada 12:08 pm
dah saya pasang juga